Wahai Pemuda Jadilah Pejuang Islam Laksana Zubair

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴
Digantung pada sebuah tiang, dan dari bawah tiang gantungan tersebut diberi asap yang mengepul. Pengapnya kepulan asap yang berulang kali didapatnya, menyebabkan dirinya sering lemas. Itulah salah satu penyiksaan yang dia alami Zubair ketika awal mula memeluk agama tauhid ini.

Zubair memeluk Islam diusia yang masih sangat belia. Di usia itu, ia pun sudah merasakan pahit getirnya konsekuensi keislaman yang diyakininya . Berbagai penyiksaan telah ia rasakan sebagaimana penyiksaan yang dialami orang dewasa lainnya yang memeluk Islam.

Pemuda Pejuang Khilafah
Di usia yang belia itu pula, Abu Thahir – demikian sang ibu biasa memanggilnya-, bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam dan para Assabiqunal Awwalun (Para Pejuang Islam di Masa Awal) lainnya merasakan siksaan dan penderitaan selama tiga tahun, ketika kaum kafir Quraisy melakukan pemboikotan.

Patut dicatat, dalam buku sirah nabawiyah karangan Syeikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfury, menggambarkan penderitaan kaum muslimin ketika itu. Kala itu, kaum Muslimin terpaksa memakan dedaunan dan kulit binatang. Di tengah penderitaan itu pulalah, tidak jarang terdengar suara rintihan dari para wanita dan anak-anak yang menahan kelaparan.

Begitupun ketika ia sudah berumur 13 tahun, ia pun merasakan kondisi yang sangat mengkhawatirkan di saat berangkat secara sembunyi-sembunyi melakukan hijrah menuju Ethiopia bersama 12 orang pria dan 5 orang wanita.

Hijrah dilalui dengan sangat berisiko, apabila ketahuan dari kafir Quraisy, maka resiko kematianlah yang didapatnya.

Kisah yang dipaparkan Imam Munawwir dalam bukunya “30 Pendekar dan Pemikir Islam” itu menggambarkan betapa berat perjuangan Zubair Bin Awwam memegang teguh keimanan dimasa kecilnya.

Perjuangan Zubair dalam berislam ibarat karang yang tak takut akan gelombang yang menerjang. Siksaan yang berat baginya, bukanlah membuat imannya goyah dan melempem, tetapi justru semakin kokoh menghunjam.

Patut kita renungkan, bagaimana mungkin seorang anak yang masih belasan tahun mampu bertahan di tengah beratnya gempuran ujian siksaan yang harus ia jalani dan rasakan? Apakah Zubair kecil tidak merasa takut pada saat benda tajam dan berbagai jenis alat lainnya siap menyakiti tubuhnya?

Patut pula kita renungkan, mengapa kita para pemuda Islam sekarang ini tidak memiliki keimanan sekuat Zubair?

Mengapa kita tidak memiliki keberanian dan semangat keislaman seperti Zubair kecil? Zubair telah percaya akan janji-janji Allah dengan Surganya. Lalu, tidakkah kita tergiur pula dengan janji-janji Allah dengan berbagai kenikmatan surga, sebagaimana firmannya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan. (QS: Yunus: 9).”

Zubair telah menjual dirinya dihadapan Allah dengan cara berjihad. Ia telah mendermakan diri, harta dan semua yang dimilikinya demi Islam, ia telah mengganti kehidupan dunianya dengan kehidupan akhirat kelak. Sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS: As Shaf:15-16).

Wahai pemuda Islam, berjuanglah demi agama Allah ini sebagaimana perjuangan Zaid. Berkorbanlah, apa saja yang bisa kita korbankan untuk agama ini. Dengan ilmu, pikiran dan tenaga kita.

Semoga dengan perjuangan dan pengorbanan di antara kita, membukakan jalan bagi generasi selanjutnya menegakkan Islam.

Sebagaiamana ucapan Al Gharani, Tokoh Islam Abad ke 16, “Tiada sukar bagi Allah untuk membuka bagi hambaNya yang ikhlas di masa depan, yang tiada dibukanya dimasa lampau. Ia menurunkan nikmat-nikmat rohaniah kepada ahli-ahli hikmat pada tiap-tiap pertukaran masa, nikmat-nikmat mana, mencurahkan cahaya kepada mata dan jiwa mereka.” Wallahu A’lam bisshowab.*/Syamsul Alam Jaga [hidayatullah/visimuslim.com]
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Wahai Pemuda Jadilah Pejuang Islam Laksana Zubair"