Jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Laporkan iklan tak layak ⤴
Laporkan iklan tak layak ⤴
Pesawat-pesawat tempur Israel menghantam sasaran-sasaran di Jalur Gaza selatan, kata saksi mata Sabtu (20/12) pagi. Serangan dilakukan beberapa jam setelah sebuah roket dari daerah kantong Palestina menghantam negara Yahudi itu.

Jet Tempur Israel
Seorang juru bicara kementerian kesehatan di Gaza mengatakan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut, serangan udara yang pertama oleh Israel di wilayah Palestina sejak gencatan senjata Agustus yang mengakhiri perang 50 hari mematikan antara kedua pihak.

Laporan-laporan dari Jerusalem sebelumnya, menyebutkan sebuah roket ditembakkan dari Gaza menghantam Israel selatan pada Jumat, kata polisi Israel, menambahkan bahwa roket tersebut jatuh di tanah terbuka tanpa menyebabkan korban atau kerusakan.

Ini merupakan serangan roket ketiga sejak akhir Agustus setelah 50 hari perang Gaza. Insiden terakhir adalah pada 31 Oktober.

Hamas dan Israel sepakat gencatan senjata pada 26 Agustus, yang ditengahi oleh Mesir, mengakhiri perang 50 hari yang mengakibatkan kematian 2.140 warga Palestina dan 73 Israel, kebanyakan dari mereka dari tentara.

Kelompok Islamis Hamas, yang secara de facto menguasai Jalur Gaza dan berkomitmen untuk menghancurkan Israel, Minggu, telah mengadakan parade militer, yang juga menampilkan roket dan peluncur mortir.

Serangan roket sporadis dari Jalur Gaza biasanya diklaim oleh faksi militan yang lebih kecil daripada Hamas.

Pembicaraan Kairo antara Israel dan Hamas untuk memperkokoh gencatan senjata yang rapuh, akan diadakan bulan lalu, tetapi dibatalkan oleh Mesir, demikian laporan AFP. [visimuslim.com]

Sumber : Republika.co.id

Komentar :

Solusi atas Palestina adalah mengusir Israel dari tanah Palestina yang selama ini mereka rampas dan yang mampu melakukan itu hanya Khilafah Rasyidah yang akan tegak tidak lama lagi. 
Laporkan iklan tak layak ⤴

BACA JUGA :

Daftarkan Email Anda dan Dapatkan Update Terbaru Kami:

0 Response to "Jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza"